Jumat, 22 Februari 2013
Totally Free Cursors | Free Fire Pointer Blue Cursors
Senin, 21 Januari 2013
Daftar Pustaka dan Catatan Kaki
DAFTAR PUSTAKA
Definisi daftar pustaka atau
bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang
mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang
ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan
abjad.
Menurut Gorys Keraf (1997 :213) yang
dimaksud dengan daftar kepustakaan atau bibliografi adalah sebuah daftar
yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan
lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang tengah digarap.
Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat
melihat kembali pada sumber aslinya.
Cara Penulisan Daftar Pustaka dalam Bahasa Indonesia :
a) Penulisan Daftar Pustaka dengan
Sumber Jurnal
Penulisan jurnal sebagai Daftar Pustaka mengikuti
urutan: nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat), tahun
penerbitan, judul artikel (ditulis di antara tanda petik), judul jurnal dengan
huruf miring/ digarisbawahi dan ditulis penuh, nomor volume dengan angka Arab dan
digarisbawahi tanpa didahului dengan singkatan “vol”, nomor penerbitan (jika
ada) dengan angka Arab dan ditulis di antara tanda kurung, nomor halaman dari
nomor halaman pertama sampai dengan nomor halaman terakhir tanpa didahului
singkatan “pp” atau “h”.
Contoh:
Barrett-Lennard, G.T. 1983 “The Empathy Cycle:
Refinement of A Nuclear Concept”. Journal of Counseling Psychology.
28, (2), 91-100.
b) Penulisan Daftar Pustaka dengan
Sumber Buku
Jika sumber tertulisnya berupa buku maka urutan-urutan
penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat), tahun
penerbitan, judul buku, edisi, kota asal, penerbit. Daftar Pustaka berupa buku
ditulis dengan memperhatikan keragaman berikut:
1.
Jika buku ditulis oleh seorang saja:
Poole, M.E. 1976. Social
Class and Language Utilization at the Tertiary Level. Brisbane:
Unversity of Queensland.
2.
Jika buku ditulis oleh dua atau tiga orang maka semua nama ditulis:
Dunkin, M.J.
dan Biddle, B.J. 1974. The Study of Teaching. New York: Holt
Rinehart and Winston Lyon, B., Rowen, H.H. and Homerow, T.S. 1969. A
History of the Western World. Chicago: Rand Mc Nally.
3.
Jika buku ditulis oleh lebih dari tiga orang, digunakan et al.
(dicetak miring atau digarisbawahi):
Ghiseli, E. et
al. 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences.
San Francisco: W.H. Freeman and Co.
4.
Jika penulis sebagai penyunting:
Philip, H.W.S.
dan Simpson, G.L. (Eds). 1976. Australia in the World of Education
Today and Tomorrow. Canberra: Australian National Commission.
5.
Jika sumber itu merupakan karya tulis seseorang dalam suatu kumpulan
tulisan banyak orang:
Pujianto. 1984.
“Etika Sosial dalam Sistem Nilai Bangsa Indonesia”, dalam Dialog
Manusia, Falsafah, Budaya, dan Pembangunan. Malang: YP2LPM.
6.
Jika buku itu berupa edisi:
Gabriel, J.
1970. Children Growing Up: Development of Children’ Personality (third
ed.). London: University of London Press.
c) Penulisan Daftar Pustaka dengan
Sumber di luar Jurnal dan buku:
1) Berupa Skripsi, Tesis, atau
Disertasi
Kelompok
disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul
disertasi/thesis (cetak miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota),
universitas, kata “disertasi” atau “tesis” Soelaeman, M.I. 1985. Suatu
Upaya Pendekatan Fenomenologis terhadap Situasi Kehidupan dan Pendidikan
dalam Keluarga dan Sekolah. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak
diterbitkan.
2) Berupa Publikasi Departemen
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Petunjuk Pelaksanaan Beasiswa
dan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdikbud.
3) Berupa Dokumen
Proyek
Pengembangan Pendidikan Guru. 1983. Laporan Penilaian Proyek
pengembangan Pendidikan Guru. Jakarta: Depdikbud.
4) Berupa Makalah:
Kartadinata, S.
1989. “Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia: Kajian Psikologis”.
Makalah apda Konvensi 7 IPBI, Denpasar.
5) Berupa Surat Kabar
Sanusi, A.
1986. “Menyimak Mutu Pendidikan denga Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan
Konsep Belajar dalam Arti Kualitatif.” Pikiran Rakyat (8
September 1986).
d) Penulisan Daftar Pustaka dengan
Sumber Internet
i.
Bila karya
perorangan
Cara
penulisannya ialah: Pengarang/penyunting. Tahun. Judul (edisi), [jenis medium].
Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh: Thomson,
A. 1998. The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.hotml[30
Maret 2000]
ii.
Bila bagian
dari karya kolektif
Cara
penulisannya: Pengarang/penyunting. Tahun. Dalam Sumber (edisi), [Jenis media].
Penerbit. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses[
Contoh:
Daniel, R.T.
1995. The History of Western Music In Britanica online: Macropedia [Online].
Tersedia: http://www.eb.com:180/cgibin/g:DocF=macro/5004/45/0.html [28
Maret 2000]
iii.
Bila artikel
dalam jurnal
Cara
penulisannya: Pengarang. Tahun. Judul. Nama Jurnal [Jenis Media], volume
(terbitan), halaman. Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses]
Contoh:
Supriadi, D.
1999. Restructuring the Schoolbook Provision System in Indonesia: Some Recent
Initiatives dalam Educational Policy Analysis Archives [Online],
vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http://epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [17
Maret 2000]
iv.
Bila Artikel di
surat kabar
Cara
penulisannya: Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar
[Jenis media]. jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal diakses]
Contoh:
Cipto, B.
(2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa
Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. tersedia: http://www.[pikiran-rakyat.com.
[9 Maret 2000]
v.
Bila pesan dari
E-mail
Cara
penulisannya:
Pengirim
(alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul pesan. Mail kepada
penerima [alamat e-mail penerima]
Contoh:
Mustafa,
Bachrudin (Mustafa@indo.net.id)
. (2000, 25 April). Bab Laporan penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id).
CATATAN KAKI
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang
ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan
kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan
sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan / bibliografi.
Jenis dan contoh catatan kaki :
·
catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu
Ilmu dan Moral
Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian
simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah …
.1) Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah
bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka
makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi,
lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah
malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak
masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja
dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah
Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan
keserakahan?2)
………………………………………………………
1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2) Kompas, 25 Mei 1981.
1) Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
2) Kompas, 25 Mei 1981.
·
Catatan kaki untuk buku
dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul
buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring),
nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik
dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung
dan diakhiri dengan titik).
·
Catatan kaki untuk artikel dan
majalah
dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama
majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada
catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis
sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda.
Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit.
(singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah
disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).
…………………………………………………
2 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
3 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
4 Ibid., hal. 15
5 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
2 Ratna Wilis Dahar, Teori-Teori Belajar (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 18.
3 Nurhadi, Membaca Cepat dan Efektif (Bandung: Sinar Baru, 1986), hal. 25
4 Ibid., hal. 15
5 Ratna Wilis Dahar, op.cit., hal. 17
Tujuan Catatan Kaki dibuat untuk
:
a. Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.
b. Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.
c. Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaiki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1). Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2). Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan
terhadap topik yang disebut dalam teks.3). Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang
bertentangan.
d. Merujuk bagian lain dari teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.
a. Menyusun Pembuktian
Semua pernyataan yang penting,yang bukan merupakan pengetahuan umum harus didukung oleh pembuktian-pembuktian. Catatan kaki menunjukan kebenaran-kebenaran yang pernah dicapai oleh seorang pengaran lain dalam bukunya atau tulisan-tulisannya.Sebab itu referensi dalam catatan kaki dimaksudkan untuk menunjukkan tempat atau sumber dimana suatu kebenaran telah dibuktikan oleh orang lain.
b. Menyatakan Hutang Budi
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimasukan pula untuk menyatakan hutang budi kepada pengarang yang dikutip pendapatnya. Dengan menyebut nama pengarang yang dikutip pendapatnya itu,penulis telah menyatakan hutang budi kepadanya.
c. Menyatakan Keterangan Tambahan
Catatan kaiki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahan untuk uraian. keterangan tambahan yang dimaksud dapat berupa :
1). Inti atau sari dari fragmen yang dipinjam.
2). Uraian teknis , keterangan insidental, atau materi yang memperjelas teks, atau informasi tambahan
terhadap topik yang disebut dalam teks.3). Materi-materi penjelas yang kurang penting seperti perbaikan, atau pandangan-pandangan lain yang
bertentangan.
d. Merujuk bagian lain dari teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain dari tulisan itu . Misalnya penulis memberi catatan agar pembaca melihat atau memeriksa utaian padahalaman sebelumnya,atau hal-hal yang akan diuraikan.
SUMBER:
Rabu, 21 November 2012
KUTIPAN
Pengertian
Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Jenis Kutipan
1. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
2. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
3. Kutipan pada catatan kaki.
4. Kutipan atas ucapan lisan.5. Kutipan dalam kutipan.6. Kutipan langsung dalam materi.
Fungsi Kutipan
1. Landasan teori
2. Penguat pendapat orang lain
3. Penjelasan suatu uraian
4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Prinsip-prinsip Dalam Kutipan
Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
· Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
· Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan
dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna
atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan cara :
Macam – macam Kutipan
A. Kutipan langsung
1. Kutipan yang tidak lebih dari empat baris :
- kutipan diintegrasikan dengan teks
- jarak antar baris kutipan dua spasi
- kutipan diapit dengan tanda kutip
- sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
2. Kutipan yang lebih dari empat baris :
- kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
- jarak antar kutipan satu spasi
- kutipandimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
- kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
- di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)
B. Kutipan tak langsung
1. kutipan diintegrasikan dengan teks
2. jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3. kutipan tidak diapit tanda kutip
4. sesudah selesai diberi sumber kutipan
C. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
D. Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
E. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
F. Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Sumberhttp://girlycious09.wordpress.com/tag/prinsip-kutipan/http://fikri-allstar.blogspot.com/2011/01/definisi-kutipan.html
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Jenis Kutipan
1. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
2. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
3. Kutipan pada catatan kaki.
4. Kutipan atas ucapan lisan.5. Kutipan dalam kutipan.6. Kutipan langsung dalam materi.
Fungsi Kutipan
1. Landasan teori
2. Penguat pendapat orang lain
3. Penjelasan suatu uraian
4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Prinsip-prinsip Dalam Kutipan
Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
· Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
- Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
- Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).
Macam – macam Kutipan
A. Kutipan langsung
1. Kutipan yang tidak lebih dari empat baris :
- kutipan diintegrasikan dengan teks
- jarak antar baris kutipan dua spasi
- kutipan diapit dengan tanda kutip
- sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.
2. Kutipan yang lebih dari empat baris :
- kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
- jarak antar kutipan satu spasi
- kutipandimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
- kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
- di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)
B. Kutipan tak langsung
1. kutipan diintegrasikan dengan teks
2. jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3. kutipan tidak diapit tanda kutip
4. sesudah selesai diberi sumber kutipan
C. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.
D. Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.
E. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.
F. Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Sumberhttp://girlycious09.wordpress.com/tag/prinsip-kutipan/http://fikri-allstar.blogspot.com/2011/01/definisi-kutipan.html
Konvensi Naskah
Pengertian Konvensi Naskah
Konvensi naskah adalah
semua persyaratan formal yang sudah berdasarkan ketentuan, aturan yang lazim
dan sudah disepakati bersama dalam suatu penulisan agar tampak lebih bagus
dengan segala persyaratan yang meliputi bagian - bagian pelengkap dan kebiasaan
kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan.
Macam-macam Naskah
A. Naskah formal
Naskah formal adalah suatu naskah yang
memenuhi semua persyaratan yang dituntut oleh konvensi.
B. Naskah semi-formal
Naskah semi - formal adalah naskah yang tidak memenuhi semua persyaratan
yang dituntut oleh konvensi.
C. Naskah informal
Naskah informal adalah naskah yang
tidak memenuhi semua syarat yang
dituntut oleh konvensi.
Syarat Formal Penulisan Sebuah Naskah
Pengembangan
tema sebuah karangan tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap
sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang dilakukan kemudian. Perincian
dalam kerangka karangan dapat diarahkan kepada pembentukan bab - bab dan anak -
anak bab, sedangkan perincian - perincian yang dilakukan kemudian diarahkan
kepada penetapan pokok - pokok utama dan pokok - pokok bawahan yang akan
menjadi inti atau gagasan utama alinea - alinea.
Persyaratan
formal yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu :
bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.
1. Bagian
Pelengkap Pendahuluan
Bagian
pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali
tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan
informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu
dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. Bagian pelengkap pendahuluan terdiri
dari :
· Judul
pendahuluan
· Halaman
pengesahan
· Halaman judul
· Halaman
persembahan
· Kata
pengantar
· Daftar isi
· Gambar,
tabel, keterangan
2. Bagian Isi
karangan
Bagian isi
karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku dan secara singkat
dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. Bagian isi karangan biasanya
terdiri dari :
· Pendahuluan
· Tubuh
karangan
· Kesimpulan
3. Bagian
Pelengkap Penutup
Bagian
pelengkap penutup juga merupakan syarat - syarat formal bagi suatu karangan
ilmiah. Ada bebarapa bagian yang biasanya dimasukkan dalam bagian pelengkap
penutup karangan yaitu : lampiran, bibliografi, dan daftar indeks.
Sumber
Senin, 12 November 2012
Topik, Judul dan Tema
Pengertian
Topik
Topik adalah pokok pembicaraan, pokok bahasan, atau masalah yang
akan dibahas. Topik bisa juga disebut pokok bahasan yang dapat
mengantarkan seorang penulis untuk menghasilkan sebuah tema dari penelitian
yang dilakukan. Topik dapat terdiri dari satu kata saja. Topik ini dapat
dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang harus di identifikasi agar terkuak apa
maksud dibalik topik yang dipilih. Jadi kita harus memilih salah satu agar kita
dapat membatasi topik tersebut (spesifikasi). Sedangkan menurut Pusat Bahasa lewat Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian topik yaitu:
1. Pokok pembicaraan dalam
diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi.
2. Hal yang menarik perhatian umum
waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan.
Ciri - ciri Topik
1. Topik harus menarik perhatian si pembaca, sehingga mampu menimbulkan
rasa keingintahuan pembaca.
2. Mencakup keseluruhan isi cerita.
Syarat – syarat Topik
1. Menarik perhatian, yaitu yang mampu menimbulkan
rasa ingin tahu dari pembaca.
2. Tidak terlalu luas, yaitu topic yang dibuat
tidak boleh terlalu luas karena nantinya akan menimbulkan
karangan yang tidak pada intinya atau terlalu panjang lebar.
3. Tidak terlalu sempit, yaitu topik yang dibuat
tidak boleh yang tidak dapat dikembangkan atau terlalu sempit untuk dapat
dikembangkan menjadi sebuah karangan atau karya tulis.
4. Bahan-bahannya mudah diperoleh, yaitu sebuah
tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar
kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat
memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.
5. Topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi
tulisan, yaitu mampu menjawab pertanyaan akan masalah apa yang hendak ditulis.
Pengertian Judul
Judul merupakan nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala
berita, identitas atau cermin dari jiwa
seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang menarik perhatian dan
dapat menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga
kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu
artikel atau disebut juga miniatur isi dari bahasan. Judul hendaknya dibuat
dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari
lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. Judul terbagi menjadi
dua,yaitu :
a. Judul langsung
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama
berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.
b. Judul tak langsung
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan
bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
Syarat-syarat pembuatan Judul :
1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau
ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa
sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau
karangan.
3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa
yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat.
Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.
Ciri –
ciri Judul
1. Relevan dengan tema cerita tersebut, atau ada keterkaitan dengan beberapa
bagian penting dari tema tersebut.
2. Biasanya judul harus provokatif dengan menarik si pembaca dan menimbulkan
keingintahuan pembaca terhadap isi cerita tersebut.
3. Judul terdiri dari lima kata dan diusahakan tidak boleh lebih.
4. Judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang,
tetapi berbentuk kata yang singkat.
5. Judul harus mencerminkan topic atau tema, tidak boleh menyimpang.
Pengertian
Tema
Tema
berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan
atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang
disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema
adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis
menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini
yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu.
Syarat
Tema yang Baik
1. Tema menarik perhatian penulis.
Tema yang menarik perhatian penulis akan
memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan
masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat
menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.
2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.
Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya
prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang
diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui
penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya
mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai
pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar
belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.
3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.
Sebuah tema yang baik harus dapat dipikirkan
apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia,
hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan
menguasai sepenuhnya.
4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.
Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin
belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi
ruang lingkupnya.
Perbandingan antara Topik,Tema dan Judul :
Jadi dapat dikatakan bahwa topik,tema dn judul
mempunyai perbandingaan, yaitu:
- Topik merupakan pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan,
dan sebagai bahan diskusi. Hal
yang menarik perhatian umum waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan.
- Tema merupakan pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan,
dipakai sebagai dasar mengarang, emnggubah sajak, dsb).
- Judul merupakan nama yang dipakai untuk
buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi buku atau bab
itu. Kepala karangan (cerita, drama;
tajuk). Berjudul berarti berkepala karangan; bertajuk. Judul dapat dikatakan sebagai jabaran topik atau tema. Karena itu judul
harus mempu mencerminkan topik atau tema, tidak boleh menyimpang dari intinya.
Itulah sebabnya memilih judul tidak selalu gampang. Dalam pembicaraan atau
dialog khusus bisa saja ditentukan topiknya supaya pihak-pihak bisa
mempersiapkan diri.
SUMBER:
http://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul/
Selasa, 30 Oktober 2012
Kalimat Efektif dan Paragraf
Pengertian kalimat
efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau maksud yang di sampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar/pembaca relative sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara/penulis.
Syarat-syarat kalimat efektif sebagai berikut:
1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara / penulisnya.
2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar / pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Pengertian paragraf atau alinea
Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam satu paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan.
Tiap alinea hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alinea adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh
karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali
tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut. Alinea dianggap mempunyai
kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alinea itu tidak telepas dari topiknya
atau selalu relevan dengan topik.
Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alinea ialah koherensi atau
kepaduan, yakni adanya hubungan yang
harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan
kalimat yang lainnya dalam sebuah alinea. Alinea yang memiliki koherensi akan
sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disediakan. Ketiadaan
Koherensi dalam sebuah alinea akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu
kalimat dengan kalimat lainnya. Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan gagasan.
Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya,
dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain,
sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan
seksama. Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alinea, ada bentuk
lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa (kelompok kata)
dalam bermacam-macam hubungan.
1. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
2. Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea.
3. Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea.
4. Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.
B. Argumentasi: bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan
dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas
menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca.
Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka.
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan
kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.
1). Paragraf deduktif :
Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau maksud yang di sampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar/pembaca relative sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara/penulis.
Syarat-syarat kalimat efektif sebagai berikut:
1. Secara tepat mewakili pikiran pembicara / penulisnya.
2. Mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar / pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
Pengertian paragraf atau alinea
Paragraf atau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam satu paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup. Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan.
Syarat-syarat
paragraf(alinea)
A. Kesatuan
B.Koherensi
Unsur-unsur
paragraf
2. Kalimat utama atau pikiran utama yang
menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan atau pikiran utama itu
dapat dikembangkan ke dalam kalimat. Kalimat yang mengandung pikiran
utama disebut kalimat utama. Keberadaan kalimat utama
itu bisa di awal paragraf, di akhir paragraf maupun diawal dan diakhir
paragraf.
3. Kalimat penjelas gagasan yang
fungsinya menjelaskan gagasan utama. Gasasan penjelas biasanya dinyatakan ke
dalam beberapa kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan
penjelas disebut kalimat penjelas.
4. Judul (kepala karangan).
Syarat suatu judul
a. Provokatif
(menarik)
b. Berbentuk frase
c. Relevan (sesuai dengan isi)
d. Logis
e. Spesifik
Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut:
1. Deduktif:
kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea.
3. Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea.
4. Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.
Macam - macam
paragraf (alinea)
A. Eksposisi: berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan
tujuan memberi informasi.
C. Deskripsi: berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca
seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
D. Persuasi: karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat
sesuatu.
E. Narasi: karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga
membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.
a. Paragraf berdasarkan tujuannya
1). Paragraf
pembuka
2). Paragraf
penghubung
3). Paragraf
penutup
b. Paragraf berdasarkan
letak kalimat utama
- letak kalimat utamanya di awal paragraf
- dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus
2). Paragraf
induktif
- letak kalimat utamanya di akhir paragraf
- diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum
3). Paragraf
campuran
- kalimat utamanya diawali dan diakhir paragraf
- kalimat utama yang terletak diakhir bersifat penegasan kembali
c. Paragraf berdasarkan
isi
1). Paragraf
deskripsi
Kalimat utama tidak tercantum secara nyata, tema paragraf tersirat dalam
keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan,
situasi dalam cerita.
2). Paragraf proses
Dalam paragraf proses tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utama tersirat
dalam kalimat-kalimat penjelas memaparkan urutan suatu kejadian atau proses,
meliputi : waktu, ruang, klimaks, anti klimaks.
3). Paragraf efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf yang baik,
paragraf terdiri atas beberapa kalimat. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran
utama dan lebuh dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang,
harus ada koherensi antar kalimat.
Referensi
Langganan:
Postingan (Atom)

