Pages

Sabtu, 05 Mei 2012

Macam-macam Tahun Baru di Indonesia


Tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari, karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian sama seperti mayoritas negara-negara di dunia. Kalender Gregorian merupakan modifikasi dari Kalender Julian. Yang pertama kali mengusulkan untuk menggunakan Kalender Gregorian adalah doctor Aloysius lilius dari Napoli, Italia dan disetujui Paus Gregorius XIII pada 24 Februari 1582. Penanggalan kalender ini berdasarkan tahun masehi. Awal tahun Masehi merujuk kepada tahun yang dianggap sebagai tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih kerena itu kalender ini dinamakan Masihiyah. Di Indonesia selain tahun Masehi yang digunakan secara resmi, secara tidak resmi masyarakat juga mengenal Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Jawa, Tahun Baru Imlek atau tahun Tionghoa dan Tahun Baru Saka.

Tahun Baru Muharram                  
Kalender Hijriyah atau Kalender Islam adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Di kebanyakan negara-negara yang berpendudukan mayoritas Islam, Kalender Hiriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Hijriyah menggunakan sistem kalender lunar (komariyah).

Kalender Jawa
Sebuah kalender yang merupakan perpaduan antara budaya Islam budaya Hindu-Budha Jawa bahkan juga terdapat sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua, yaitu siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pecan pancawara ang yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa dalam kerangka Negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Matarm menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

Imlek atau Kalender Tionghoa
Imlek atau Kalender Tionghoa adalah kalender lunisolar yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari. Tahun baru Imlek jatuh pada malam bulan baru pada musim dingin (antara akhir Januari hingga awal Februari). Kalender Tionghoa memiliki aturan yang sedikit berbeda dengan kalender umum, seperti perhitungan bulan adalah rotasi bulan pada bumi. Berarti hari pertama setiap bulan dimulai dari tengah malam hari bulan muda astronomi.

Tahun Baru Saka
Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasala dari India. Kalender ini merupakan penanggalan syamsiyah-kamariah (candra-surya) atau kalender lunisolar. Berhubung bulan-bulan dalam kalender Saka hanya terdiri dari 30 hari, maka tahun baru harus disesuaikan setiap tahunnya untuk mengiringi daur perputaran matahri. Kalender Saka berawal pada tahun 78 Masehi dan juga disebut sebagai penanggalan Saliwahan (salivahana). Kata saliwahana adalah seorang raja ternama dari India bagian selatan, mengalahkan kaum Saka. Tetapi sumber lain menyebutkan bahwa mereka dikalahkan oleh Wikramaditya (Vikramaditya). Wikramaditya adalah seorang musuh atau saingan Saliwahana, beliau berasal dari India bagian utara. 

0 komentar:

Posting Komentar